Mengulas Tentang Jenis Kucing Bakau Indonesia

Mengulas Tentang Jenis Kucing Bakau Indonesia – Kucing bakau atau kucing perikanan (Prionaliurus viverrinus) tampaknya dapat berenang ke dalam air untuk menangkap mangsanya. Sesuai namanya, kucing bakau di Indonesia ini sering ditemukan di daerah bakau.

  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Class: Mamalia
  • Pesan: Karnivora
  • Famili: Felidae
  • Genus: Prionailurus
  • Spesies: Prionailurus viverrinus

Kucing ini kembali ke kegembiraannya dalam berburu ikan yang sesuai dengan namanya. Dimana dalam berburu, Jenis Kucing Bakau sering mengambil ikan-ikan yang berada di perairan dangkal sehingga mereka sesekali berenang dan menyelam ke udara.

1. Karakteristik dan Kebiasaan Kucing Bakau

Jenis Kucing Bakau yang memiliki nama Latin Prionailurus viverrinus kira-kira dua kali lebih besar dari kucing domestik (Felis catus). Panjangnya mencapai 57-78 cm dengan panjang mencapai 20-30 cm dan berat 5-16 kg.

Kucing hutan bakau (Fishing Cat) memiliki warna abu-abu hijau zaitun dengan pola bintik-bintik hitam yang membentuk garis memanjang di seluruh tubuh. Bagian bawah bulunya berwarna putih dan bagian belakangnya berwarna hitam. Sesuai dengan habitat yang mereka huni, jari-jari kucing bakau memiliki semacam membran. Membran ini mendukung kemampuan berenang dan menyelam kucing bakau.

Makanan utama untuk kucing bakau adalah berbagai ikan. Selain itu kucing bakau atau Kucing Perikanan (Prionailurus viverrinus) juga memangsa hewan air lainnya seperti katak, unggas air, dan udang, serta hewan darat seperti tikus, burung, ular, dan juga anak-anak rusa.

2. Ekologi dan Kebiasaan Kucing Bakau

Kucing bakau hidup sendirian dan merupakan hewan malam (hewan nokturnal). Mereka sangat betah di udara dan bisa berenang jauh di udara. Kucing bakau betina telah disetujui untuk lebih dari 4-6 km2 (1,5-2,3 sq mi). Sedangkan pada kucing bakau jantan lebih dari 16 hingga 22 km2 (6,2 hingga 8,5 mil persegi). Kucing bakau dewasa telah terbukti membuat suara “tertawa” dan membuat suara lain yang mirip dengan kucing domestik (Sunquist dan Sunquist, 2002).

Dimana Kita Bisa Menjumpai Jenis Kucing Bakau Ini?

Seperti namanya, mangsa utama kucing adalah ikan. Sebuah studi satu tahun hutan hujan di Taman Nasional Keoladeo India menemukan bahwa diet terdiri dari 76% ikan, diikuti oleh burung (27%), serangga (13%) dan tikus (9%). Moluska, reptil dan amfibi juga diambil sebagai makanan kucing bakau (Haque dan Vijayan, 1993).

Mereka berburu bersama di tepi sungai, mencapai mangsa dari udara, dan kadang-kadang menyelam di sungai untuk menghindari mangsa mereka (Mukherjee, 1989). Mereka menghilangkan daerah mereka dengan menggosok pipi, menggosok kepala, menggosok dagu, menggosok leher dan mengeluarkan air seni untuk meninggalkan aroma di belakang (Mellen, 1993).

Baca juga tentangĀ Panduan Tentang Cara Merawat Kucing yang Tepat

3. Penyebaran Mangrove dan Area Habitat

Kucing bakau atau kucing pemancing (Prionailurus viverrinus) tersebar di Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Distribusi berkisar dari Bangladesh, Bhutan, Kamboja, India, Indonesia, Laos, Myanmar, Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.

Di Indonesia, kucing bakau dapat ditemukan di Jawa dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, hanya di lokasi tertentu. Habitat kucing bakau di daerah basah seperti rawa, aliran sungai, hutan bakau dan daerah pasang surut di pantai.

4. Reproduksi dan Pemuliaan Kucing Bakau

Kucing bakau dapat kawin setiap saat sepanjang tahun, paling sering antara Januari dan Oktober. Betina membangun sarang di area seperti sarang padat dan alang-alang, dan melahirkan 2-3 anak kucing setelah masa kehamilan 63-70 hari.

5. Ancaman dan Konservasi Kucing Bakau

Kucing bakau atau Prionailurus viverrinus, terdaftar sebagai Endagered di Daftar Merah IUCN dan Appendiks II CITES. Di Indonesia, kucing bakau juga termasuk dalam area binatang yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999.

Ancaman utama terhadap keberlanjutan kucing bakau adalah pengurangan lahan basah seperti hutan bakau yang dikonversi menjadi lahan pertanian, tambak dan pemukiman manusia. Mungkin karena itu juga, di tempat saya di dekat pantai dan sungai, Jenis Kucing Bakau yang berenang dan menyelam tidak akan terlihat.